Beranda / Teknologi Ramah Bumi / Aplikasi 'e-Fishery' IoT Pantau dan Otomatisasi Pemberian Pa...
Teknologi Ramah Bumi

Aplikasi 'e-Fishery' IoT Pantau dan Otomatisasi Pemberian Pakan Tambak

Aplikasi 'e-Fishery' IoT Pantau dan Otomatisasi Pemberian Pakan Tambak

Startup Indonesia eFishery menghadirkan solusi berbasis IoT untuk otomatisasi pakan di tambak, meningkatkan efisiensi pakan hingga 30% dan mengurangi limbah organik. Teknologi ini memungkinkan petambak memantau dan mengendalikan pemberian pakan secara real-time melalui smartphone, sekaligus menjaga kualitas air dan menekan biaya produksi. Dengan potensi replikasi yang luas, eFishery menjadi contoh nyata bagaimana digitalisasi dapat mendorong akuakultur yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Budidaya ikan dan udang secara intensif kerap dihambat oleh rendahnya efisiensi pakan. Pemberian pakan manual tidak hanya menyita waktu, tetapi juga sulit menakar kebutuhan pakan secara presisi. Akibatnya, sisa pakan yang mengendap menjadi limbah organik, menurunkan kualitas air, memicu eutrofikasi, dan membengkakkan biaya produksi. Di tengah tekanan perubahan iklim serta meningkatnya kebutuhan pangan, transformasi digital di sektor pertanian dan akuakultur menjadi jalan keluar yang menjanjikan. Salah satu solusinya adalah eFishery, startup asal Indonesia yang menghadirkan sistem pemberian pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT).

eFishery: Otomatisasi Pakan Berbasis IoT untuk Akuakultur Modern

eFishery mengembangkan perangkat fisik yang dipasang di tambak, dilengkapi sensor untuk mendeteksi nafsu makan ikan dan udang secara real-time. Data dari sensor kemudian dianalisis oleh algoritma machine learning yang mempelajari pola makan harian biota air. Dengan begitu, sistem dapat mengeluarkan pakan dalam jumlah yang tepat pada waktu yang optimal tanpa campur tangan langsung petambak. Seluruh proses ini dapat dipantau dan dikendalikan melalui aplikasi smartphone, sehingga pengelolaan tambak bisa dilakukan dari mana saja. Inovasi ini membawa digitalisasi ke ranah akuakultur, menggantikan metode konvensional yang kurang akurat dengan pendekatan berbasis data yang presisi. Petambak tidak lagi bergantung pada perkiraan subjektif atau jadwal tetap yang kaku. Sebaliknya, teknologi IoT memungkinkan pemberian pakan yang adaptif terhadap kondisi biota air, sekaligus menjadi fondasi bagi pertanian modern yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Efisiensi Ekonomi, Kelestarian Lingkungan, dan Masa Depan Akuakultur

Penerapan teknologi IoT dari eFishery memberikan dampak nyata pada efisiensi dan keberlanjutan. Efisiensi penggunaan pakan meningkat hingga 30 persen, yang berarti penghematan biaya produksi dan peningkatan margin keuntungan bagi petambak. Lebih dari itu, pengurangan sisa pakan secara drastis menurunkan limbah organik di tambak. Kualitas air menjadi lebih terjaga, risiko penyakit pada ikan dan udang berkurang, dan beban eutrofikasi pada ekosistem perairan dapat ditekan. Dengan kata lain, akuakultur yang lebih ramah lingkungan tetap mampu menjaga produktivitas.

Indonesia merupakan produsen akuakultur terbesar kedua di dunia, sehingga potensi adopsi teknologi ini sangat besar. eFishery menunjukkan bahwa blue revolution yang berkelanjutan dan menguntungkan dapat diwujudkan melalui pendekatan digital. Ke depan, sistem ini tidak hanya dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga diintegrasikan dengan teknologi lain seperti pemantauan kualitas air otomatis dan prediksi cuaca. Kolaborasi antara inovator, pemerintah, dan akademisi menjadi kunci untuk memperluas dampak positif IoT dalam sektor pertanian dan perikanan. Inovasi seperti eFishery mengingatkan kita bahwa solusi keberlanjutan tidak selalu harus rumit. Terkadang, memanfaatkan data dan teknologi secara cerdas sudah cukup untuk menciptakan perubahan besar—dari tambak tradisional menuju masa depan akuakultur yang efisien, produktif, dan lestari.

Organisasi: eFishery