Teknologi Ramah Bumi
Kolaborasi Petani Muda Kembangkan Sistem Pertanian Presisi dengan Drone dan Sensor
29 Agustus 2026, 00:00
Jawa Barat
16 views
Pertanian konvensional seringkali tidak efisien dalam penggunaan pupuk dan air, menyebabkan pemborosan sumber daya, biaya tinggi, dan pencemaran lingkungan. Di Jawa Barat, sekelompok petani muda berkolaborasi menerapkan sistem pertanian presisi (precision farming). Mereka memanfaatkan teknologi seperti drone untuk pemetaan kesehatan tanaman dan sensor tanah IoT (Internet of Things) untuk memantau kelembaban serta kadar nutrisi tanah secara real-time.
Data yang dikumpulkan drone dan sensor dianalisis untuk memberikan rekomendasi aplikasi pupuk dan air yang tepat sesuai kebutuhan setiap titik di lahan. Hasilnya, sistem ini berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 20% dan mengoptimalkan irigasi, sehingga produktivitas meningkat dengan input yang lebih rendah. Pendekatan ini juga mengurangi runoff (aliran permukaan) pupuk yang mencemari air tanah.
Inisiatif yang dipimpin generasi muda ini menunjukkan potensi transformasi digital di sektor pertanian. Model kolaboratif ini dapat direplikasi ke kelompok tani lain dengan dukungan pelatihan dan akses teknologi yang terjangkau. Pertanian presisi berpotensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, mengurangi jejak ekologis pertanian, dan menarik minat generasi muda untuk bertani.