Teknologi Ramah Bumi
Platform Blockchain untuk Transaksi dan Pelacakan Karbon Biru dari Ekosistem Pesisir
29 Juli 2026, 00:00
Indonesia
9 views
Potensi karbon biru dari ekosistem pesisir Indonesia sangat besar, namun mekanisme perdagangan karbon seringkali rumit dan kurang transparan, menghambat manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat pelestari. Sebuah konsorsium yang melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta perusahaan teknologi finansial mengembangkan platform berbasis blockchain untuk mencatat, memverifikasi, dan memperdagangkan kredit karbon dari proyek restorasi mangrove dan padang lamun. Setiap kredit yang berasal dari sepetak lahan yang direstorasi dicatat secara digital, tidak dapat diubah (immutable), dan dapat dilacak asalnya hingga ke kelompok masyarakat tertentu. Dampak revolusionernya adalah memastikan bahwa sebagian besar pendapatan dari penjualan kredit karbon dapat mengalir langsung kepada masyarakat lokal yang menjaga ekosistem, mendorong insentif ekonomi untuk konservasi. Potensi pengembangannya sangat luas, tidak hanya untuk karbon biru nasional tetapi juga dalam membangun koneksi dengan pasar karbon global yang membutuhkan jaminan integritas. Inovasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam memimpin ekonomi biru berbasis teknologi.
Organisasi: Kementerian Kelautan dan Perikanan, KKP