Beranda / Ekologi Terapan/Inovasi Hayati / Riset Siswa SMA Temukan Biopestisida dari Bonggol Pisang unt...
Ekologi Terapan/Inovasi Hayati

Riset Siswa SMA Temukan Biopestisida dari Bonggol Pisang untuk Tangkal OPT Ramah Lingkungan

Riset Siswa SMA Temukan Biopestisida dari Bonggol Pisang untuk Tangkal OPT Ramah Lingkungan

Inovasi biopestisida dari bonggol pisang oleh siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak menawarkan solusi ramah lingkungan yang murah dan efektif mengendalikan hama. Dampaknya meliputi perlindungan lingkungan, peningkatan ekonomi petani, dan pengembangan potensi riset remaja. Temuan ini berpotensi direplikasi secara luas untuk mendukung pertanian berkelanjutan Indonesia.

Ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis telah menjadi tantangan serius dalam ekosistem pertanian Indonesia, menyebabkan degradasi tanah, pencemaran air, serta ancaman kesehatan bagi petani dan konsumen. Di tengah urgensi mencari alternatif yang aman dan berkelanjutan, sebuah inovasi brilian hadir dari generasi muda. Siswa-siswi remaja SMA Muhammadiyah 1 Pontianak berhasil mengembangkan biopestisida dari bahan baku yang sangat lokal dan sering terabaikan: bonggol pisang. Temuan ini tidak hanya menawarkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga membuktikan bahwa kearifan lokal dapat menjawab tantangan global dalam pertanian berkelanjutan.

Inovasi Biopestisida dari Limbah Bonggol Pisang

Bonggol pisang yang selama ini menjadi limbah perkebunan dan rumah tangga ternyata menyimpan senyawa bioaktif seperti tanin dan flavonoid. Senyawa ini bersifat antimikroba dan mampu mengganggu siklus hidup Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), seperti ulat dan kutu daun. Proses pembuatan biopestisida ini dirancang sederhana dan terjangkau: bonggol pisang dihaluskan, diekstraksi senyawa aktifnya, lalu diencerkan dengan air hingga konsentrasi efektif. Hasil uji coba lapangan menunjukkan performa menjanjikan dalam mengendalikan hama pada tanaman cabai dan kangkung. Prestasi ini bahkan diakui di kancah internasional melalui medali perunggu pada International Festival of Engineering Science and Technology (I-FEST2) di Tunisia, menegaskan bahwa solusi berbasis sumber daya lokal memiliki nilai universal.

Dampak Holistik dan Potensi Pengembangan

Dari sisi lingkungan, biopestisida bonggol pisang mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya, melindungi biodiversitas tanah, dan menerapkan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya. Secara ekonomi, biaya produksinya sangat rendah dibandingkan pestisida kimia, sehingga sangat terjangkau bagi petani kecil dan dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi. Hal ini mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas. Aspek sosialnya tak kalah penting: inovasi ini memberdayakan pengetahuan lokal, merangsang semangat riset di kalangan remaja, dan membangun partisipasi aktif generasi muda dalam isu-isu strategis pertanian berkelanjutan. Ke depannya, potensi replikasi inovasi ini sangat luas, terutama melalui standardisasi formulasi dan pelatihan petani di berbagai daerah. Investasi jangka panjang dalam talenta solutif di bidang sains dan lingkungan inilah yang akan membawa perubahan nyata bagi masa depan pertanian Indonesia.

Organisasi: SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, International Festival of Engineering Science and Technology (I-FEST2)